HILANGNYA SIKAP GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI

 

Pancasila 39

 

HILANGNYA SIKAP GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI

Muhammad Al Dimas

(A031221024)


Ilustrasi gotong royong masyarakat

Salah satu karakteristik masyarakat Indonesia adalah Gotong royong. Gotong royong adalah suatu bentuk perilaku di mana saling membantu, bahu membahu antara manusia yang satu dan lainnya, individu dengan sebuah kelompok, ataupun kelompok dan kelompok dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang ada dengan lebih mengedepankan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi. Sikap gotong royong sendiri telah ada sejak dahulu dan mengakar dalam masyarakata Indonesia. Salah satu bentuk gotong royong yang telah ada sejak zaman dahulu seperti dalam pesta pernikahan, khitanan, dan lain-lain. Akan tetapi, dengan semakin berkembangnya zaman maka sikap gotong royong yang ada dalam masyarakat semakin berkurang hal ini disebabkan oleh sikap dan perilaku masyarakat itu sendiri yang mulai merasa bosan dengan kegiatan-kegiatan berlandaskan gotong royong baik aktivitas yang bersifat rutin maupun insidental.

Budaya gotong royong saat ini sudah mulai hilang dalam masyarakat. Tergerusnya sikap gotong royong sendiri disebabkan oleh banyak hal seperti karena perilaku masyarakat itu sendiri yang mulai merasa bosan dengan kegiatan berlandaskan gotong royong, kesibukan masing-masing individu, arus perkembangan zaman, sikap egois, dan rasa kebersamaan yang mulai menurun.

 

Rasa malas yang timbul dalam masyarakat saat ini disebabkan keengganan untuk berperan aktif dalam masyarakat. Orang malas cenderung kekurangan motivasi dalam melakukan suatu aktivitas atau pengerahan pekerjaan meskipun mempunyai kemampuan dalam melakukan pekerjaan tersebut. Mereka tidak ingin membuang-buang waktu dengan sesuatu dengan mengerjakan suatu pekerjaan yang bagi merkea tidak memberikan dampak apapun. Orang-orang malas cenderung menghabiskan waktunya dengan santai ataupun tiduran di rumah.

 

Lunturnya budaya gotong royong juga disebabkan kesibukan masing-masing individu. Seperti yang kita ketahui bahwa di zaman sekarang setiap orang mempunyai kesibukannya sendiri-sendiri. Ada yang bekerja, bermain handphone, bermain game, dan lain sebabnya. Kesibukan inilah yang menjadikan seseorang enggan untuk membantu orang lain dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Bahkan banyak orang yang sampai menyewa orang lain untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya lantaran banyaknya hal yang harus di selesaikannya.

 

Perkembangan zaman membawa banyak dampak negatif terkait kehidupan masyarakat. Salah satunya dapat dilihat dari budaya gotong royong dalam masyarakat yang berubah pula. Pada zaman dahulu masyarakat sangat menjunjung tinggi sikap gotong royong karena sikap kekeluargaan yang masih sangat tinggi. Dapat kita lihat pada zaman dahulu dalam sebuah acara pernikahan ataupun khitanan selalu banyak tetangga ataupun keluarga yang datang untuk membantu. Tetapi zaman sekarang karena semakin canggihnya teknologi sehingga masyarakat jiwa gotong royongnya semakin berkurang. Seperti tidak turut andilnya keluarga atau tetangga dalam membuat makanan dalam sebuah pesta pernikahan atau khitanan. Zaman sekarang masyarakat cenderung lebih memilih menyewa ketring untuk membuat makanan dalam sebuah pesta pernikah ataupun khitanan.

Sikap egois disebabkan oleh ego yang besar sehingga seseorang menjadi kurang untuk bersosialisasi di masyarakat, enggan untuk ikut andil serta acuh tak acuh terhadap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Sikap egois ini enggan untuk membantu seseorang yang sedang dalam kesulitan.

Rasa kebersamaan yang mulai menurun menyebabkan lunturnya gotong royong di antara masyarakat. Rasa kebersamaan di masyarakat sangatlah penting karena dengan adanya rasa kesamaan maka akan semakin meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan yang ada. Semakin berkurangnya rasa persatuan maka akan mempermudah terpecah belahnya masyarakat menjadi beberapa kelompok dan tentu saja hal ini akan menimbulkan banyak dampak negatif. Rasa ini bisa mulai pudar karena orang-orang sudah tidak peduli lagi terhadap orang-orang disekitarnya. Mereka lebih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan jika ada masyarakat yang membantu mengerjakan pekerjaan orang lain selalunya terdapat bayaran (uang) atas jerih payah orang yang memberikan bantuan. Bukti terkait menurunnya rasa kebersamaan dapat dilihat di lingkungan keluarga dimana dulu dalam satu keluarga ketika terdapat anggota yang sedang bekerja maka anggota keluarga yang lain akan membantu dengan senang dan ikhlas. Tetapi, di zaman sekarang jika ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan maka anggota keluarga yang lain akan menyuruh orang lain untuk membantu ataupun membantu dengan meminta insentif (makanan, minuman, uang, dan lain-lain). Padahal seharusnya sebagai keluarga harus saling tolong-menolong dan bahu-membahu dalam menyelesaikan permasalahan serta pekerjaan rumah.

Gotong royong adalah karakteristik masyarakat indonesia yang sudah ada sejak zaman dahulu. Gotong royong sendiri merupakan suatu bentuk perilaku di mana saling membantu, bahu membahu antara manusia yang satu dan lainnya. Tidak ada seorang manusiapun yang dapat untuk menyelesaikan semua urusan serta permasalahannya seorang diri. Akan tetapi, dizaman sekarang dengan berkembangnya teknologi menyebabkan sikap gotong royong semakin pudar di masyarakat. Bukti nyata telah memudarnya sikap gotong royong dapat dilihat di lingkungan keluarga dimana setiap orang sibuk dengan kesibukannya masing-masing.

 Walaupun saat ini sudah banyak teknologi yang dapat memudahkan manusia, akan tetapi manusia tidak akan bisa lepas dari orang lain untuk membantunya dalam sebuah pekerjaan. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga sikap serta perilaku gotong royong di antara masyarakat. Seperti, kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang kesusahan, membantu tetangga jika ada pesta pernikahan atau khitanan, dan lain sebagainya. Kita harus menanamkan pada diri kita untuk menghindari sikap egois, malas, sibuk sendiri dengan aktivitas yang ada. Karena setiap orang yang meminta ataupun memerlukan bantuan tentunya akan memberikan bantuan (balas jasa) ketika kita juga membutuhkan bantuan.

Daftar Pustaka

Sri Widayanti, Gotong Royong. Alpin, 2020.

Cucu Widaty. 2020. Perubahan Kehidupan Gotong Royong Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangadaran. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) 2 (1), 174-186.

Komentar